May
06

Karya Silam

Filed Under (I Still Remember) by Mahadi on 06-05-2008

Dalam pada menyorot kembali e-mel - e-mel silam yang tersimpan kemas dalam cakera keras server Yahoo Inc., penulis terjumpa sebuah puisi lama. Puisi ini dicoretkan kepada teman-teman setengah dekad yang lalu. Walaupun kini penulis sendiri kurang jelas dengan maksud yang ingin cuba disampaikan, tetapi penulis sekadar berpesan kepada diri: ‘darah muda lagi masa tu…’.

Khas buat pembaca-pembaca sekalian, terimalah…

(Untitled)

Melangkau runtuhan kota setia

Menjengah runut suara sengketa

Melewati deretan himpunan batu bata

Terlihat disana angin selatan membawa warkah berita

Mungkin hanya satu cebisan catatan pengembara

Yang tak mungkin dapat bercerita seribu peristiwa

Maka bertanyalah mereka pada Sang Pujangga

Lalu Sang Pujangga merangkai kata kata atas bicara

Hingga tiadalah apa yang memahaminya

"suria tunduk di pinggir samudera"

Lalu mereka pun tertawa

Tawa yang mereka sendiri tidak tahu mengapa

Lalu diasingkan mereka antara keduanya

 

Tika fajar menerbitkan sinar mentari

Tika embun mula berhalusinasi

Awan gemawan menyesar mencorak ruang

Mencapai garis garis hitam lalu hilang

 

Paduan penyair menyaksi

Persis titis titis duri

Yang hilang menyepi

Tinggallah ia seorang diri

 

Mohd Mahadi Halim
Sains dengan Pendidikan (1)
F26, 115C, Desasiswa Harapan,
Universiti Sains Malaysia
(23 Ogos 2003)



2 Comments Already, Leave Yours Too

fakhzan marwan on 7 May, 2008 at 4:38 pm #
    

1 - runut itu apa? jangan2 kuih koci? hehheh…seriously..what is meant by runut?

2 - apakah..wah…budding poet deh..well done


khalidah on 10 May, 2008 at 6:40 am #
    

sgt berbangga dgn insan sains yg menghargai sastera… :)


Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments: